9 Peraturan Lalu Lintas yang Harus Diketahui

Bagi Anda yang memiliki aktivitas berlalu lintas mungkin ada baiknya memperhatikan aturan-aturan berikut ini. Jangan sampai Anda dihukum karena melanggar aturan. Tak hanya itu saja, Anda juga harus taat aturan untuk keselamatan berlalu lintas.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, karena beberapa hal ini justru banyak pelanngarannya.

 

1.Memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi)

Setiap Orang wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diterbitkan oleh Polri. Untuk dapat mengemudikan kendaraan bermotor di jalan. Prosedur Pembuatannya mudah dengan proses yang transparan. Setiap pemohonnya harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti persyaratan usia, administratif, kesehatan dan lulus ujian untuk dapat memperolehnya.

Berikut ini adalah fungsi Surat Izin Mengemudi (SIM) berdasarkan Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Passal 86.

  • Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai bukti kompetensi mengemudi,
  • Surat Izin Mengemudi (SIM) berfungsi sebagai registrasi Pengemudi Kendaraan Bermotor yang memuat keterangan identitas lengkap Pengemudi.
  • Data pada registrasi Pengemudi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penyidikan, dan identitas forensik kepolisian.

 

2. Dilarang Mengendarai Motor ke Trotoar

Trotoar merupakan fasilitas dikhususkan bagi pejalan kaki, namun masih sering didapati pengemudi sepeda motor yang nekad mengendarai motornya menaiki trotoar sehingga membahayakan keselamatan para pejalan kaki.

Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 131 dengan jelas telah mengatur tentang hak pejalan kaki di jalan raya :

  1. Pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lain,
  2. Pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang jalan di tempat penyeberangan.
  3. Dalam hal belum tersedia fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pejalan kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan memperhatikan keselamatan dirinya.

3. Hormati Peseda dan Pejalan Kaki

Jalan raya bukan hanya untuk dilintasi oleh kendaraan bermotor saja. Pejalan kaki dan pesepeda juga berhak menggunakannya. Hal ini sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 106 Ayat (2) yang mengatur :

Para pengendara, baik roda 2 (Dua) maupun roda 4 (Empat) / lebih, harus mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Bagi mereka yang tidak mengindahkan aturan ini akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (Dua) bulan atau denda paling banyak Rp. 500.000,-

 

4. Dilarang Menggunakan HP Saat Berkendara

Mengendarai sepeda motor sambil menelepon sangat dilarang. Selain mengancam keselamatan diri sendiri juga membahayakan pengguna jalan lainnya.

Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 283 telah mengatur bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, akan dipidana dengan kurungan paling lama 3 (Tiga) bulan kurungan atau denda paling banyak Rp. 750.000,-

 

5. Hak Pejalan Kaki

Pejalan kaki berhak mendapatkan fasilitas-fasilitas yang mendukung keselamatannya saat melintasi jalan raya. Antara lain, ketersediaan jembatan penyeberangan dan trotoar. Selain itu, pejalan kaki juga berhak diprioritaskan ketika menyeberang jalan di tempat penyeberangan.

Hal ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 131 ayat 1,2,3.

  1. Pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lain.
  2. Pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang jalan di tempat penyeberangan.
  3. Dalam hal belum tersedia fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pejalan kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan memperhatikan keselamatan dirinya.

 

6. Gunakan Helm Saat Berkendara

Pemerintah memberlakukan kewajiban mengenakan helm dengan Standard Nasional Indonesia (SNI) bagi pengemudi motor maupun penumpangnya. Hal ini diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasa 57 ayat (2) dan Pasal 106 ayat (8). Sangsi bagi pelanggarnya, Disebutkan pada pasal 291 Undang-undang yang sama, yaitu pidana kurungan paling lama 1 (Satu) bulan atau denda paling banyak Rp.250.000,-

Helm dengan label SNI jelas lebih terjamin kualitas dan mutunya dibandingkan dengan helm tanpa SNI. Hal ini dikarenakan helm SNI telah melewati serangkaian uji ketangguhan oleh Badan Standarisasi Nasional. Mari Mengenakan helm SNI demi keselamatan berkendara di jalan raya.

 

7. Gunakan Lampu Isyarat Saat Berbelok

Selalu ingat untuk menyalakan lampu isyarat saat hendak berbelok atau berbalik arah, supaya kendaraan yang berada di belakang bisa waspada, sehingga kecelakaan lalu lintas bisa dihindari.

Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 112 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap pengendara yang akan membelok atau berbalik arah, diwajibkan memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan. Jika melangggar ketentuan ini, Pasal 284 telah mencantumkan sangsinya, yaitu hukuman kurungan paling banyak 1 (Satu) bulan atau denda sebesar Rp.250.000,-

 

8. Plat Nomor Harus Terpasang

Salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemilik kendaraan bermotor roda 2 (Dua) atau lebih, adalah memasang plat nomr di bagian depan maupun belakang kendaraannya. Tentu saja, plat yang dimaksud adalah tanda nomor identitas kendaraan yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Ketentuan ini tercantum dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 68 ayat (1), yang berbunyi : “setiap Kendaraan Bermotor yang Dioperasikan di Jalan Wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor”.

Dalam Undang-undang tersebut juga disiapkan pula sangsi bagi pelanggarnya yang tertera pada Pasal 280, yaitu pidana kurungan paling lama 2 (Dua) Bulan atau denda paling banyak Rp.500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah).

 

9. Wajib Mengenakan Sabuk Keselamatan (Safety Belt) saat Mengendarai Modil

Pemerintah telah mewajibkan kepada setiap pengemudi kendaraan Bermotor Roda Empat atau lebih serta penumpang di sampingnya agar mengenakan sabuk keselamatan (Safety Belt). Peraturannya termaktub dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 106 ayat (6).

sangsi yang dijatuhkan apabila seseorang tidak mengenakannya, juga dicantumkan pada Pasal 289. Para pelanggarnya dapat dipidana kurungan paling lama 1 (Satu) Bulan atau denda sebanyak Rp.250.000 (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). Untuk itu mari kita patuhi Undang-undang tersebut, dengan senantiasa mengenakan sabuk keselamatan (Safety Belt) dan memprioritaskan aspek keselamatan dalam berkendara.

 

Baca Juga :

12 Cara Memanfaatkan Mobil Pick-up Untuk Usaha

20 Kiat Sukses Membuka Peluang Usaha Mobil Pick-up

5 Mobil Terbaik Untuk Para Pelaku Usaha

8 Mobil Pick-Up Cocok Untuk Usaha Niaga

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *